Jumat, 07 Oktober 2011

Penyesalan yang tak berguna

Yang namanya matematika, jangan pernah Tanya ke aku… kenapa? Karena aku paling tidak bisa pelajaran yang satu itu. Yahhhh, kalo mau flash back ke jaman dulu aku sekolah SD, SMP, dan SMA gak ada yang beres lahh… (pengecualian kelas 1 sampe 4 SD). Apa lagi waktu SMA, sangat tidak ada yang kuperhatikan saat pelajaran yang menyangkut perhitungan, padahal kalo mau dilihat aku berada di jurusan IPA, yahh tapi apa mau dikata, nasi memang sengaja dibuat menjadi bubur….
Kimia, Fisika, Matematika…. Pelajaran tu aku bisa lewati karena menyontek saat ada ujian, dan hanya tidur, makan dikantin, ngelamun kalo guru lagi menjelaskan dan tentu saja aku punya partner yang seperti demikian. Sepanjang kelas berlangsung, mata bisa terbuka dan senang adalah saat guru tidak masuk dan kelas selesai a.k.a. pulangggg

Kenakalan seperti itu aku anggap maklum karena anak muda tanpa pelanggaran itu tidak sah, atau bisa disebut ‘gak afdol’. Yaah, saat itu aku ngerasa senang dan seru melakukannya. Tapi kalian tahu, akibatnya kualami saat ini, ketika masuk dibangku kuliah dan saat yang ku inginkan hanya untuk mengoprasikan computer saja tanpa ada angka dan logika, tapi ternyata mengambil minor computer itu tidak bisa dipungkiri harus bertemu ‘mereka’. *sedihnyaa*
Benar. Aku memilih minor yang salah, tapi bukan itu yang kumaksud. Aku senang bisa mempelajari matakuliah seperti itu *bohong untuk menghibur diri* tapi sayangnya ketika semangat itu hilang malah yang ada aku nyeselll…. Yang kubutuhkan adalah tutor pribadi yang sabar mengajariku, supaya GPA ku semester ini gak buruk hanya gara-gara minorku.
Pelajaran yang selama SMA ini kuabaikan mereka datang masuk kembali kekehidupanku,. Mereka memintanya masuk kedalam otakku yang sudah sempit dan berkarat ini. Hanya satuhal yang bisa kusadari saat ini yaitu penyesalan, kenapa aku gak memperhatikan guru SMA ku yang sangat pintar itu begitu baik dan sabarnya beliau saat itu, guru sudah lumayan tua tapi tidak suka marah walaupun dia tahu muridnya menganggap remeh dia, dan beliau sekarang sudah tiada. Yahh memang hanya kenangan dan penyesalan yang tertinggal.

*setelah nagis sambil hujan-hujan dan garuk-garuk pantat, akhirnya tertidur* Nah saat ini setelah kusaadari semuanya, semester ini aku akan berusaha dengan kemampuan otak yang ada untuk berhasil di matakuliah minor ini. GOD help meh plissss……

Disiang yang panas ini, aku merasa dipanggang dikamar, tapi anehnya aku merasa ngantuk. Okay, let’s take a nap for while.

Adios!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar