Sabtu, 20 Juli 2013

Kalau hanya sekedar mengenang boleh kan?

"Boleh gk?
Yaaaa boleh, tapi..."

Pikiran sendiri sedang bertanya jawab, begitu juga sedang menyimak.
Baru saja mengunjungi blog seorang penulis, dan dia pandai menulis sajak. Menurut gue tulisannya bagus semua apalagi dibagian sajak, sepertinya memang dia mahir di bagian itu.
Sontak teringat alm.papa adalah seorang sastrawan, denger cerita dari mama kalo beliau pernah tulisin sebuah puisi dan sajak untuk mama,,, hahaha ngebayanginya saja romantis :)

Balik lagi, ... sementara gue baca-baca sajak diblog orang itu, otak gak langsung bisa bener-bener mengerti maksud sebenernya dari sajak itu. Yang ada bolak-balik ngebaca sajak itu dan baru bisa dapet maknanya.

"Sedang baca buat mengerti sajak saja rada lambat, apalg mau buat sajaknya. Hahah, seandainya papaku masih sempat menyalurkan ilmu sastranya."

Yep, dan memang gue berpikir seperti tweet gue di atas itu..
Gak ada rencana apa-apa waktu gue iseng baca blog orang yang suka nulis sajak,
gak ada rencana apa-apa juga waktu tiba-tiba aja gue inget papa dulu seorang sastrawan yang pintar menulis puisi dan sajak,
gak ada rencana apa-apa buat mengenang kenangan indah tapi sekaligus menyedihkan seperti sekarang.
Gak ada sedikit pun.

Tapi ya begitu, boleh kan kalo hanya sekedar mengenang?
yakin kalo itu normal-normal saja... bagiku.
Mungkin begitu juga buat kalian.


Jadi kalau mengenang bisa merasakan dua rasa yang berbeda sekaligus, seperti keajaiban...
boleh dong ya? Boleh saja, selama itu bisa menguatkan mu, disisi lain bisa melemahkan mu jika terus larut dalam kenangan.


I miss you dad ;)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar